Selasa, 31 Maret 2009

sistem tidak mengakomodasi

Kita hidup dimana pun selalu dilingkupi oleh system kehidupan kita. Baik system yang telah disepakati mapun system yang diberikan sepihak. Tujuan system sebenarnya mempermudah segala sesuatu supaya ada standar yang jelas. Jadi semua kegaiatan tidak dlakukan asal – asalan, tetapi selalu sesuai prosedur.
Akan tetapi di sisi lain system yang diciptakan manusia tidak ada yang sempurna pasti ada yang kurang di dalamnya. Dan kadang – kadang justru kekurangan itu yang menjasi potensi masalah besar yang nantinya akan timbul. Tapi dalm hal ini manusia selalu berusaha dimana system yang dibuat tidak terjadi kekurangan fatal.
Dalam artikel ini saya akan menjelaskan kasus nyata dalam kekurang system. Banyak kasus kemanusiaan tidak dapat terselesaikan atau bahkan kasus itu timbul dikarenakan adnya system yang tidak benar. Salah satu contoh adalh pedagang kaki lima (PKL). Dalam satu sisi PKL ini berjuang untuk mencari sesuap nasi dengan jalan halal. Tetapi menyalahi system pemerintahan. Dimana trotoar itu tempat pejalan kaki. Mungkin permasalahan juga para OKL itu tidak member kontribusi kepada pemerintaha atau Negara sevcara langsung.
Ini adalah kakus nyata yang terjadi pada sebuah perguruan tinggi negeri di Indonesia. Dimana distu ada kantin yang akan di renovasi. Secara otomatis para penjual di kantin tidak dapat beroperasi selama renovasi tersebut. Pelaksanaan renovasi ini paling cepat dilakukan selama empat bulan paling cepat dan dapat lebih lama lagi jika ada kondisi- kondisi tertentu. Yang sangt memprihatinkan PTN itu tidak member relokasi sementara, mereka lepas tanggung jawab karena kontrak kerja yang ada telah habis dan tidak diperbaharui. Secara hokum PTN tidak berkewajiban untuk merelokasi sementara para penjual kantin.
Dalam kondisi ini PTN tidak akan merasa bermasalah karena PTN telah mematuhi system dan telah sesuai dengan prosedur. Tetapi apakah kita harus diam melihat ini? Penjual kantin yang menggantungkan hidupnya dari penghasilan berjualan di kantin harus berhenti selam 4 bulan lebih. Dan lebih memprihatinkan para penujual kantin tidak mendapat jaminan untuk mengisi kantin lagi setelah renovasi selesai.
Di sini saya sedikit paham kita tidak dapat melihat dari satu sisi saja. Penilaian di satu sisi pasti akan menghasilkan system yang rapuh. Diperlukan fleksibilitas system tersebut juga. Diman ada kondisi yang tidak dijelaskan dalam system. Karena system yang mempengaruhi manusia selalu dinamis sesuai perilaku manusia yang selalu dinamis pula.